GORONTALO – Creative Society Foundation menjajaki kerja sama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Ichsan Gorontalo (UNISAN) dan Fakultas Ekonomi Universitas Ichsan Gorontalo Utara dalam rancangan pembentukan business incubator untuk mendorong lahirnya wirausaha muda dari lingkungan kampus.
Penjajakan tersebut dibahas saat Rizky dari Creative Society Foundation melakukan silaturahmi dengan jajaran Fakultas Ekonomi Universitas Ichsan Gorontalo.
Kedatangannya disambut langsung Dekan Fakultas Ekonomi UNISAN, Dr. Musafir, M.Si., serta Dr. Parmin Ishak, M.Ak. dan Muhamad Fuad Alamsyah, SE., M.M..
Dr. Musafir mengatakan, silaturahmi ini menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi dan kolaborasi dalam mendukung pengembangan kewirausahaan di kalangan mahasiswa.
Pertemuan diruang Fakultas Ekonomi Universitas tersebut membahas konsep awal inkubator bisnis yang nantinya akan menjadi wadah mahasiswa dalam mengembangkan ide usaha, meningkatkan keterampilan kewirausahaan serta mendapatkan pendampingan untuk membangun bisnis secara berkelanjutan.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang siap bekerja, tetapi juga perlu mendorong mahasiswa agar mampu menciptakan lapangan pekerjaan.
“Kami menyambut baik gagasan ini. Inkubator bisnis dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, inovasi dan ide usaha menjadi kegiatan bisnis yang nyata,” kata Musafir.
Ia menilai mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman praktis di luar pembelajaran akademik, mulai dari menyusun model bisnis, membaca peluang pasar, mengelola keuangan hingga memahami strategi pemasaran.
“Program ini tidak berhenti pada pembentukan wadah saja, tetapi dilengkapi mentoring dan pendampingan yang berkelanjutan sehingga mahasiswa benar-benar mampu mengembangkan usahanya,” jelasnya.
Sementara itu, Dr. Parmin Ishak, M.Ak., mengatakan, kerja sama ini menjadi peluang untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan Universitas Ichsan Gorontalo
“Kami melihat ini sebagai peluang yang sangat baik untuk membangun ekosistem kewirausahaan bersama. Fakultas Ekonomi Universitas Ichsan Gorontalo siap menjadi bagian dari pengembangan inkubator bisnis ini,” kata Parmin.
Parmin mengatakan keberadaan inkubator bisnis dapat menjadi jembatan antara dunia akademik dan dunia usaha. Mahasiswa diharapkan tidak hanya berpikir untuk mencari pekerjaan setelah lulus, tetapi juga memiliki keberanian dan kemampuan untuk menciptakan usaha.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dalam program inkubator akan memberikan pengalaman kepada mahasiswa mengenai pengelolaan bisnis, inovasi produk, pemasaran hingga pengembangan jaringan usaha.
Rancangan kerja sama tersebut selanjutnya akan diarahkan pada penyusunan program yang mencakup pengembangan ide bisnis, pelatihan, mentoring, penguatan manajemen serta pengembangan pasar.
Pada saat yang sama, Rizky juga berharap, Kolaborasi ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan program kewirausahaan yang berkelanjutan dan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi bisnis.
“Inkubator bisnis tersebut ditargetkan menjadi salah satu langkah strategis untuk mencetak entrepreneur muda yang inovatif, mandiri dan mampu menciptakan lapangan kerja baru,” ujar Rizky.
