Gorontalo – Prestasi membanggakan ditorehkan Nafaldin Subula, Alumni mahasiswi Program Studi Akuntansi Universitas Ichsan (Unisan) Gorontalo, di kancah internasional.
Nafaldin menjadi bagian dari tim yang berhasil meraih Juara II atau Silver Medal pada ajang 3rd International Student Competition (3rd ISC) 2026 yang digelar di Chiang Mai University, Thailand.
Kompetisi internasional tersebut berlangsung pada 8-9 Agustus 2026 dan mempertemukan mahasiswa dari enam negara. Ajang ini diselenggarakan oleh International Student Community bekerja sama dengan Faculty of Agro-Industry, Chiang Mai University.
Dalam kompetisi tersebut, Nafaldin bergabung bersama Moh. Akbar Ibrahim, mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang bertindak sebagai Team Leader, serta Nur Ilmi Khair dari Universitas Halu Oleo.
Tim tersebut mengusung karya ilmiah berjudul “TRUST System: Empowering Youth to Build Inclusive and Sustainable Financial Governance.”Gagasan ini menjadi inovasi yang menggabungkan aspek akuntansi, tata kelola keuangan dan pemberdayaan generasi muda.
TRUST System merupakan singkatan dari Transparent, Reliable, and Unified System for Tracking, yakni sistem pelaporan keuangan sederhana berbasis Microsoft Excel yang dirancang untuk membantu organisasi mahasiswa meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan.
Inovasi tersebut juga menyasar organisasi nirlaba skala kecil yang membutuhkan sistem pelaporan keuangan yang sederhana, praktis dan mudah diterapkan. Konsep yang dikembangkan tim turut mengacu pada standar akuntansi non-profit di Indonesia, khususnya ISAK 335, serta berkaitan dengan agenda pembangunan berkelanjutan atau SDGs.
Bagi Program Studi Akuntansi UNISAN, keterlibatan Nafaldin dalam kompetisi tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dalam sebuah inovasi yang memiliki relevansi dengan kebutuhan organisasi.
Sebelum berlaga di Thailand, tim Nafaldin terlebih dahulu dinyatakan lolos sebagai finalis kompetisi internasional tersebut. Mereka kemudian mengikuti sejumlah tahapan, mulai dari exhibition, penjurian, hingga presentasi final delapan besar.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan seminar internasional sebelum ditutup melalui awarding ceremony. Pada tahap akhir inilah tim yang diperkuat mahasiswa dari tiga perguruan tinggi tersebut berhasil meraih Silver Medal.
Capaian Nafaldin sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa Program Studi Akuntansi UNISAN memiliki peluang untuk berkiprah lebih luas melalui kompetisi akademik dan inovasi di tingkat internasional.
Keterlibatan tersebut juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antarmahasiswa lintas perguruan tinggi dalam menghasilkan gagasan yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga menawarkan solusi praktis bagi penguatan tata kelola keuangan.
Prestasi Nafaldin diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Program Studi Akuntansi UNISAN lainnya untuk terus mengembangkan kompetensi, mengikuti kompetisi akademik, serta membawa gagasan dan nama perguruan tinggi ke tingkat nasional maupun internasional.
