Info Fakultas
Senin, 06 Jul 2026
  • Fakultas Ekonomi, Universitas Ichsan Gorontalo Membuka Pendaftaran Mahasiswa Baru Tahun Ajaran 2026/2027

Kuliah Tamu Fakultas Ekonomi Unisan: Mahasiswa Diajak Jadi “Pahlawan Masa Kini” dengan Melindungi Hak Kekayaan Intelektual

Diterbitkan : - Kategori : fakultas

GORONTALO – Fakultas Ekonomi Universitas Ichsan Gorontalo (Unisan) mengajak mahasiswa untuk membangun kesadaran hukum sejak dini melalui kuliah tamu bertajuk “Menjadi Pahlawan Masa Kini dengan Menjaga dan Melindungi Hak Kekayaan Intelektual”, yang digelar di Aula Lantai 3 Universitas Ichsan Gorontalo, Sabtu (2/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.00 Wita tersebut diikuti oleh mahasiswa Program Studi Manajemen dan Akuntansi. Kuliah tamu menghadirkan dua narasumber yang berkompeten di bidang hukum dan kekayaan intelektual, yakni Wakil Kepala Sekolah Polisi Negara (Waka SPN) Polda Gorontalo, Kompol Evendy Abdul, S.A.P., S.H., M.Si., serta Kepala Bidang Kekayaan Intelektual Kantor Wilayah Kementerian Hukum Gorontalo, Mananga P. Biantong, S.H., M.H.

Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Ichsan Gorontalo, Dr. Musafir, SE., M.Si., mengatakan bahwa penyelenggaraan kuliah tamu tersebut merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran hukum dan etika dalam menghasilkan karya maupun inovasi.

Menurut Musafir, perkembangan ekonomi digital telah membuka peluang besar bagi generasi muda untuk menciptakan berbagai inovasi. Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual (HKI).

“Mahasiswa hari ini adalah inovator masa depan. Mereka akan melahirkan gagasan, produk, karya ilmiah, hingga bisnis berbasis kreativitas. Karena itu, pemahaman mengenai Hak Kekayaan Intelektual tidak boleh lagi dianggap sebagai pengetahuan tambahan, tetapi sudah menjadi kebutuhan utama. Kami ingin mahasiswa Fakultas Ekonomi Unisan mampu menghasilkan inovasi yang bernilai ekonomi sekaligus terlindungi secara hukum,” ujar Musafir.

Ia menambahkan, perlindungan terhadap kekayaan intelektual merupakan bagian penting dalam meningkatkan daya saing bangsa di tengah kompetisi global.

“Kami berharap melalui kegiatan ini lahir generasi muda yang berintegritas, menghargai karya orang lain, serta berani melindungi hasil pemikiran dan inovasinya sendiri. Itulah karakter lulusan yang ingin dibangun Fakultas Ekonomi Unisan, yakni profesional, inovatif, dan memiliki kesadaran hukum,” katanya.

Dalam pemaparannya, Kompol Evendy Abdul menjelaskan berbagai bentuk pelanggaran hak kekayaan intelektual yang masih sering terjadi di Indonesia, mulai dari pembajakan, plagiarisme, hingga pemalsuan produk. Ia menilai mahasiswa memiliki posisi strategis dalam membangun budaya menghargai karya intelektual.

“Melindungi hak kekayaan intelektual adalah bentuk kepahlawanan nyata di era modern ini. Inovasi tanpa perlindungan hukum ibarat membangun istana di atas pasir,” kata Evendy.

Menurutnya, kesadaran untuk menghormati karya orang lain harus ditanamkan sejak berada di lingkungan perguruan tinggi agar mampu membentuk ekosistem akademik yang sehat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.

Sementara itu, Kepala Bidang Kekayaan Intelektual Kanwil Kementerian Hukum Gorontalo, Mananga P. Biantong, memberikan penjelasan mengenai mekanisme pendaftaran berbagai jenis hak kekayaan intelektual, seperti hak cipta, merek, paten, desain industri, hingga indikasi geografis.

Ia mendorong mahasiswa agar tidak menunda pendaftaran karya-karya inovatif yang dimiliki karena perlindungan hukum akan memberikan kepastian sekaligus meningkatkan nilai ekonomi suatu karya.

Diskusi berlangsung interaktif. Mahasiswa dari Program Studi Manajemen dan Akuntansi memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog langsung dengan para narasumber. Berbagai pertanyaan disampaikan, mulai dari perlindungan merek usaha, hak cipta karya ilmiah, legalitas bisnis digital, hingga peluang komersialisasi inovasi berbasis kekayaan intelektual.

Kegiatan yang dipandu oleh Mala Ilyas, S.H., M.H., dosen Fakultas Hukum Universitas Ichsan Gorontalo, berlangsung dinamis. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama sesi diskusi hingga acara ditutup dengan foto bersama antara narasumber, pimpinan fakultas, dosen, dan seluruh peserta.

Melalui kuliah tamu tersebut, Fakultas Ekonomi Universitas Ichsan Gorontalo berharap mahasiswa semakin memahami bahwa perlindungan hak kekayaan intelektual bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun inovasi, kewirausahaan, dan daya saing di era ekonomi berbasis pengetahuan.

Dengan bekal pemahaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya unggul di bidang ekonomi, manajemen, dan akuntansi, tetapi juga berperan sebagai “pahlawan masa kini” yang menghargai, melindungi, dan mengembangkan karya intelektual demi kemajuan bangsa.