GORONTALO|Fakultas Ekonomi Universitas Ichsan Gorontalo (UNISAN) memperkuat tata kelola akademik melalui pembenahan sejumlah aspek strategis, mulai dari pembaruan kurikulum, penetapan dosen pembimbing berdasarkan kepakaran, hingga mendorong peningkatan jabatan fungsional dosen.
Pembahasan tersebut menjadi bagian dari rapat penyamaan persepsi pelaksanaan kegiatan akademik yang digelar di Ruang Rapat Fakultas Ekonomi Universitas Ichsan Gorontalo, Senin, 28 September 2026. Rapat melibatkan dosen di lingkungan Fakultas Ekonomi sebagai bagian dari upaya menyamakan standar pelaksanaan kegiatan akademik.
Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Ichsan Gorontalo, **Dr. Musafir, S.E., M.Si.**, mengatakan pembenahan akademik perlu dilakukan secara terencana agar proses pendidikan tidak hanya memenuhi kebutuhan administratif, tetapi juga memiliki orientasi yang jelas terhadap peningkatan mutu pembelajaran.

“Pembaruan kurikulum menjadi bagian penting yang harus kita lakukan secara berkala. Kurikulum harus mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kebutuhan dunia kerja, serta kompetensi yang harus dimiliki lulusan. Karena itu, seluruh dosen perlu memiliki persepsi yang sama mengenai arah pengembangan akademik Fakultas Ekonomi,” kata Musafir.
Menurut dia, pembaruan kurikulum juga harus memperhatikan keterkaitan antara profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan, struktur mata kuliah, metode pembelajaran, hingga sistem asesmen. Fakultas ingin memastikan setiap komponen kurikulum memiliki hubungan yang jelas dengan kompetensi yang hendak dicapai mahasiswa.
Rapat tersebut juga membahas penetapan dosen pembimbing mahasiswa. Fakultas menilai distribusi pembimbing, terutama dalam penyusunan tugas akhir dan penelitian mahasiswa, perlu mempertimbangkan bidang keahlian dan rekam jejak akademik dosen.
Musafir mengatakan kesesuaian kepakaran dosen dengan topik penelitian mahasiswa menjadi salah satu unsur yang perlu mendapat perhatian. Menurut dia, kebijakan tersebut penting agar proses pembimbingan tidak sekadar memenuhi pembagian beban kerja dosen, tetapi benar benar memberikan pendampingan akademik yang sesuai dengan substansi penelitian mahasiswa.
“Penetapan pembimbing harus memperhatikan kepakaran. Ketika topik penelitian mahasiswa sesuai dengan bidang keahlian dosen pembimbing, proses diskusi akademik akan lebih terarah dan kualitas penelitian mahasiswa juga dapat kita tingkatkan,” ujar Musafir.
Fakultas juga akan memperhatikan distribusi beban pembimbingan agar tidak terkonsentrasi pada dosen tertentu. Pemetaan kepakaran, bidang pengajaran, penelitian, publikasi ilmiah, serta pengalaman akademik dosen dapat menjadi dasar dalam menentukan pembimbing sesuai kebutuhan mahasiswa.
Selain pembaruan kurikulum dan pembimbingan, rapat tersebut membahas peningkatan jabatan fungsional dosen. Fakultas mendorong dosen agar lebih aktif memenuhi unsur yang menunjang pengembangan karier akademik, terutama pendidikan dan pengajaran, penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai kegiatan penunjang tridarma.
Musafir menilai peningkatan jabatan fungsional memiliki hubungan erat dengan penguatan mutu sumber daya manusia. Karena itu, fakultas perlu membangun mekanisme pendampingan agar dosen dapat merencanakan pengembangan karier akademiknya secara sistematis.
“Jabatan fungsional bukan sekadar persoalan administrasi atau kenaikan jenjang karier. Di dalamnya terdapat rekam jejak kinerja akademik seorang dosen. Kami mendorong dosen untuk memperkuat penelitian, publikasi, pengabdian, dan seluruh aktivitas tridarma yang mendukung peningkatan kapasitas akademiknya,” kata Musafir.
Menurut dia, peningkatan kualitas sumber daya dosen pada akhirnya akan berpengaruh terhadap mutu program studi dan fakultas. Dosen yang memiliki kepakaran jelas, produktivitas penelitian yang baik, serta jenjang akademik yang berkembang dapat memperkuat proses pembelajaran sekaligus mendukung kinerja institusi dalam penjaminan mutu dan akreditasi.
Fakultas Ekonomi UNISAN selanjutnya akan mendorong sinkronisasi antara kurikulum, kepakaran dosen, mata kuliah yang diampu, bidang penelitian, penetapan pembimbing, dan pengembangan jabatan fungsional. Sinkronisasi tersebut diharapkan membentuk tata kelola akademik yang lebih terukur dan tidak berjalan secara parsial.
Melalui penyamaan persepsi tersebut, Fakultas Ekonomi Universitas Ichsan Gorontalo menargetkan pembenahan akademik berjalan secara konsisten pada tingkat fakultas maupun program studi. Musafir menegaskan bahwa peningkatan mutu membutuhkan keterlibatan seluruh dosen karena kualitas institusi pada akhirnya sangat bergantung pada kualitas pelaksanaan tridarma dan tata kelola akademik di lingkungan fakultas.
