GORONTALO – Bimbingan perdana Penilitian mahasiswa Tahun 2026 berlangsung di Ruang Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Senin, 21 September.
Pertemuan tersebut menjadi ruang awal bagi mahasiswa untuk mematangkan gagasan penelitian sekaligus membuka peluang pengembangan skripsi menjadi riset bersama dosen.
Bimbingan dipandu langsung Dr. Muh. Sabir, M.Si,. Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa diajak mengidentifikasi ide penelitian berdasarkan minat dan persoalan yang ingin dikaji.
Pembahasan tidak berhenti pada penentuan judul. Mahasiswa juga diarahkan memahami latar belakang persoalan, merumuskan masalah, menentukan fokus penelitian, serta melihat kemungkinan pengembangan penelitian agar memiliki kontribusi akademik.
Dr. Muh. Sabir mendorong mahasiswa agar sejak awal memandang penelitian sebagai sebuah proses ilmiah, bukan sekadar kewajiban untuk menyelesaikan tugas akhir.
Melalui pola bimbingan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk belajar melakukan penelitian secara lebih terarah.
Pada saat yang sama, gagasan yang lahir dari penelitian mahasiswa dapat dikembangkan lebih lanjut melalui kolaborasi dengan dosen.
Kolaborasi itu membuka kemungkinan hasil penelitian tidak berhenti pada skripsi. Jika memiliki substansi dan temuan yang memadai, penelitian dapat dikembangkan menjadi artikel ilmiah untuk dipublikasikan bersama.
Bagi mahasiswa, proses tersebut menjadi pengalaman untuk mengenal dunia riset secara langsung. Mereka tidak hanya dituntut menyelesaikan studi tepat waktu, tetapi juga menghasilkan karya akademik yang memiliki nilai dan manfaat.
Sementara bagi dosen, proses bimbingan menjadi salah satu ruang untuk mengembangkan agenda penelitian bersama mahasiswa sekaligus memperluas peluang publikasi ilmiah.
Pertemuan di Ruang LPPM itu pun menempatkan bimbingan perdana bukan sekadar sebagai awal penyusunan skripsi. Dari satu gagasan dan satu judul penelitian, terbuka ruang untuk melahirkan proses belajar, pengalaman riset, dan karya ilmiah bersama.
